Wednesday, August 15, 2012
ramadhan tiba
Di tengah malam,
saat aku menatap langit berhias bintang,
seakan-akan malam-malam suci itu
sedang berbaris menunggu giliran
untuk bertemu denganku.
Sambil membawa nampan-nampan,
yang akan dipersembahkan pada-Nya
setiap pagi menjelang.
Akankah nampan-nampan itu
kuisi dengan sepenuh cinta.
Sanggupkah aku merajut amal mulia,
doa, ilmu, alquran, sujud,
bahagiakan fakir miskin dan
berbuat baik pada sesama,
sebagai persembahanku pada-Nya
Ataukah aku akan tega,
membiarkan malam-malam suci berlalu
sambil mencucurkan air mata
karena menahan malu
saat harus mempersembahkan
nampan-nampan kosong pada-Nya,
yang telah memberiku segalanya
Saturday, August 11, 2012
Alunan Rindu Untuk Ayah
ayah
air mata ini mengalun lewat lagu
tersiratkan aku yg sedang rindu
terpisahkan jarak dan waktu
dengan mu aku ingin bertemu
ayah
andai kau bisa dengar dari alunan ini
betapa inginnya ku jumpa denganmu
lewati batas lewati mimipi
agar rindu yang ku rasa tak pudar oleh waktu
ayah
mungkin hari telah berganti
namun namamu takkan pernah tergantikan
ada atau tiada dirimu kini
namun namamu abadi disetiap lembaran hati
ayah
ku senandungkan nada pilu
yang tersiratkan akan kerinduan tentang dirimu
ku lantunkan bait bait doa untukmu
meski kita tlah terpisahkan oleh watu
Sunday, August 5, 2012
Aku Lelah Bercerita
Disaat semua cerita yang tertulis.
Hanya sekedar terbaca oleh wajar dunia.
Sesekali melirik, lalu membuang muka.
Tanpa meninggalkan sebutir embun yg bersuara.
Bersama bangun pagi yg masih buta.
Ku persembahkan kata-kata sederhana.
Tetap tak bergeming makna itu oleh mereka.
Lenyap tak tersisa terhapus emosi jiwa.
Dan pikiran sempit mendahuluinya.
Namun tak sepenuh nafas itu terbawa.
Masih ada beberapa diantaranya.
Yang sadar akan kenyataan sesungguhnya.
Dan merenung melihat arah cerita.
Mengubah segalanya menjadi terbuka.
Meski sebagian mereka mulai menganggapku rendah.
Tapi satu jiwa saja cukup membuat tubuh ini tegak.
Dan tetap berpegan erat pada keyakinan.
Bahwa semua yang terlintas memang kenyataan.
Sejati bukanlah selalu ada dan banyak bicara.
Tetapi diam menerima kurang lebih apa yang disukai.
Menerima pujian dan hinaan dengan hati.
Bukan membalas mereka dengan kata-kata keji.
Dimana Aku Harus Cari Jawab..?
Bila rindu ini resah menanyakan cinta..
Dimana harus ku cari rasa..
Sedangkan jawabnya tak pernah aku punya..
Yang masih tersisa hanya tanya dalam air mata..
Masih ada cinta di sini sedangkan hati merindukannya..
Adakah hatiku didalam hatinya..?
Sedangkan hatinya tertancap begitu dalamnya di hatiku..
Kerinduan ini begitu menyiksaku..
Sampai - sampai mengalahkan akal pikiranku..
Kemana harus aku cari jawab..?
Sementara semua pintu jawaban seolah tertutup untukku..
Haruskah ku teteskan terus airmataku..
Sampai batas waktu yg tak tentu..
Dimana aku harus cari jawab..?
Dimana..?
Subscribe to:
Posts (Atom)