kata yang tertuangkan diatas kertas adalah bentuk dari perasaan yang mengalir lewat pena. kemudian tersirat dalam secarcik indahnya kata yang terkumpul menjadi bait-bait yang mengalun penuh makna..

Sunday, December 30, 2012

Hujan


Hujan.. Datanglah kembali..
Aku ingin sekali mencurahkan rasa..
Dalam setiap tetesmu..
Dalam rintikmu..
Aku menadahkan segala rindu untuknya..

Hujan.. Aku disini menantimu.
Jikalau kau datang dan mengijinkan..
Bolehkah aku memeluk cairmu..
Agar rindu ini mengalir membentuk genangan..
Dan aku melihatnya dengan mataku..

Hujan.. Tahu kah kau..?
Aku sedang merindukan seorang disana..
Yaa.. Dia yg masih aku cintai..
Sekarang.. Aku tak tahu lagi kabarnya dia..
Aku tak tahu lagi apakah dia masih mencintaiku..

Hujan.. Alirkan rindu ini ke dia.
Agar dia tahu kalau aku disini sedang merindukannya..
Agar dia tahu aku disini menantinya..
Agar dia tahu aku disini masih mencintainya..

Wahai hujan teman dalam bicaraku..
Pertemukanlah aku dalam payung rintikmu..
Deraskan cintaku pada dia dalam satu teduhan..
Bentuklah genangan yg dapat aku kenang..
Agar kisah dalam hujanku menjadi bagian terindah dalam hidupku..

Thursday, November 1, 2012

Catatan Suram


Dari sudut pagi yang sedikit kelabu, ku nantikan bias cahaya mentari menyinari kesedihanku. Kisah yang tak kunjung berakhir, membuatku terus tenggelam dalam kefanaan duniawi. Kaki yang terus melangkah menuntun pada arah tanpa bayang. Dan waktu terus melaju menuntunku pada lorong - lorong hitam, disitu ku mencari ujung cahaya.

Hening.. Terus menenggelamkan ku pada ke tidak berdayaan. Suara angin tanpa adanya nada membuatku terpuruk dalam kegelisaan. Dinginnya rasa semakin membuatku merasakan keterasingan yg tanpa cahaya. Dan sampai saat ini, ku mengharakan cahaya menuntunku kembali ke masa yang penuh dengan warna.

Pada kenyataan disudut dinding yg masih terlihat buram. Disini, hanya ada dua warna yg masih berhias. Hitam dan putih dalam masalalu. Dan semakin membuatku tenggelam dalam kesunyian rasa. Tanpa asa air mata membasahi jiwa yg terpuruk ini.

Aku berusaha bangkit. Mencari sebias cahaya diujung lorong ini. Dan suara - suara itu kembali terdengar dan membuatku enggan melangkahkan pijakan yang telah membekas dibelakang. Ingin ku kembali pada pijakan pertama, dan ku hapus pijakan yg telah membekas..

Jalan yang menapaki air mata yg sedari tadi membasahi jalan. Keringat yang bercucuran ikut serta, seraya merayakan kegembiraan kesedihanku. Dan aku hanya tersenyum pelit melihat itu semua. Dengan langkah gontai aku melanjutkan perjalanan..

Dengan sudut pandang yg berbeda, aku kembali melihat ke belakang. Terlintas memori bak sebuah film yang dirol alurnya. Disitu dimana kenangan yg dulu indah kembali menghinggapi alam bawah fikiran ini. Beberapa revolusi kehidupan terkenang, dan aku menyadari diriku belum merdeka atas diriku. Yah.. Aku masih dijajah oleh bayang kehidupan yg kelam, suram yg membuat diriku enggap menyimpulkan senyuman, dan jiwaku telah kaku dimakan jaman.

Tubuhku kembali tersungkur. Kembali merejam rasa yg tak bisa digambarkan sakitnya seperti apa. Meresap tajam seolah membunuh setiap persendiannya. Mata melihat tajam, namun tatapannya penuh kekosongan. Entah apa yg terbesit dialam fikirku. Semua seperti tidak nyata, namun sakitnya begitu nyata. Yaa itulah aku, jiwa yg lemah dan masih setia pada kehidupan kelam.

Aku mencoba memejamkan mata yg menatap penuh kekosongan tadi. Mencoba menyadarkan diri dialam yang fana. Entah apa tujuanku yg sebenarnya, hidup di dunia yang begitu nyata tapi terasa fana, atau hidup di alam fana tapi semua begitu nyata. Entahlah, Tuhan yang berhak menuntunku, kmana aku dituntun..

Diruang kosong ini, aku tak begitu tahu apa yg terjadi diluar ini. Apa itu siang atau kah malam, bagiku semua sama, sunyi. Bahkan suara serangga pun enggan bernyanyi mengiringi kesepianku, angin engan berbisik ke gendang pendengaran, hanya dinginnya embun yg menyejukan kesedihanku tentang artinya kehidupan, tepatnya kehidupan yg begitu sunyi sepi..

Oh Tuhan yg katanya Maha Mendengar.. Bantulah aku keluar dari sudut - sudut yang tak bernyawa ini. Tuntunlah aku menuju ujung yg bercahaya, bawalah aku ke dunia yg katanya penuh dengan kebahagiaan yangg nyata. Berilah aku petunjuk diantara pilihanMu. Dan berilah cara agar aku terlepas dari keterbelengguan ini. Aku tahu ini nyata, tetapi aku hanya bisa menerimanya dengan kefanaanmu. Jika Kau mengijinkan, ijinkan aku dipertemukan dengan bayanganku atau ijinkan aku melihat jasatku yg seperti tidak bernyawa ini. Oh Tuhan Yang Maha Bijaksana, dengarlah secuil doaku yang tak berarti itu, hanya kepadaMu aku mengemis dengan airmata ini. Aku tahu, aku hanyalah umatmu yang banyak mengeluh dan tak pandai bersyukur. Tuhan hanya itu satu pintaku..

Bait demi bait yang ku senandungkan, aku harap aku dapat keluar dari sudut ruang ini. Aku lelah pada kenyataan, aku lelah pada kehidupan yang terus menyiksakku didalam kefanaan yang begitu menyakitkan. Oh Tuhan aku ingin kembali kepadaMu. Aku rindu pelukanMu..

Monday, October 22, 2012

Koma Disela Raga


Keringat ini keluar dari sekujar ragaku
Pikiran sekejap dibawa terbang
Mengelilingi tempat yang pernah kusinggahi
Jiwa ini terus mengikuti
Setiap detik dialog hatiku
Kusapa satu persatu senyum
Yang pernah singgah di alam fikir, jiwa dan hati
Semua menjawab dengan isyarat yang sama
Ku biarkan tanpa bergeming
Selepas itu, kutinggalkan mereka
Dalam keheningan yang sebenarnya
Dan senyumku terhanyut tipis
Disertai lambaian jari seadanya
Untuk mengakhiri semua cerita
Dengan episode sebuah koma
disela reaksi ragaku

Saturday, October 13, 2012

Dua Dalam Senja


Saat hari tlah sampai diufuk barat
Mulai terlukis hiasaan warna jingga
Dilautan langit yg mulai pudar cahayanya
Mata dan hati terangkai menjadi sebuah panorama alam
Yang keindahannya begitu mega
Lisan tak mampu lagi mengeluarkan kata
Raga berdecak kagum oleh keindahan cakrawala
Deguban jantung ikut menari dalam keindahannya

perlahan aku tenggelam dalam serbuk pasir yg memudar
Dan sejenak mulai mengatur irama disetiap hembusan nafas
Aku merasakan damai...
Seperti mentari dipagi hari
Saat itulah aku inginkan sebuah masa
Saat itulah aku inginkan sebuah waktu
Aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai
Aku hanya bisa tertawa saat sadar akan kesendirian ini
Tertegun aku melihat sepasang kupu-kupu diatas senja
Melewatiku, membuat iri hati kepada mereka

Aku lelah pada sang waktu...
Lelah pada kehidupanku
Lelah ku mencari cinta yg tlah pergi
Namun semua tak mengandung sebagian arti perjalanan hidup ini
Perjuangan yang tiada pasti
Membuatku tenggelam dalam sebuah fana
Yang tak akan pernah menjadi nyata

Kadang ku tak mengerti apa sebenarnya hidup ini
Penuh rahasia dibalik sebuah misteri
Yang selamanya tak akan ku tahui

Sebelum senja usai...
Biarkan angin berlalu
Disela pepohonan yang berbaris syahdu
Membawakan kenangan masalalu
Menuju samudra raya

Sebelum senja usai...
Biarkan ku gapai semua

Sejenak raga ini mulai singgah,,,
Dari serbuk-serbuk pasir
Seolah jiwa tlah tertafsir
Oleh lautan yang terisikan air
Terhenti aku dalam berfikir

Pepohonan senja tlah kilaukan dedaunan
Bagai kristal tertiupkan oleh angin
Kesunyian terbakar disepucuk ilalang
Menyilaukan cahanyanya ke dalam kalbu


aji bon kurosaki
23/02/2011

Setetes Kenangan Dalam Hujan


Senja meneteskan air dari peraduannya.
Rintiknya telah menjatuhkan kenangan.
Yang mengalir menggenangi aliran darah.
Hingga berlinangan pilu didalam hati..

Hujan, kau telah banyak mengisahkan diriku padanya.
Hingga ku tak bisa lagi menahan lajunya.
Rindu seorang penanti tanpa adanya penantian..

Monday, September 10, 2012

Aku Berbicara Kepada Yang Berhak Mendengarkan


Tuhan, sudah lama aku ingin membuat surat untukmu,tapi selalu tertunda, Sudah lama aku ingin bercerita yang menjadi kesah tapi jua masih tertunda, kali ini aku tak ingin menundanya,walaupun surat ini entah tertitipkan dimana, dan tergantung dipohon pohon tempat umatMu menitipkan mimpi dan do’a..

Tuhan, hari ini ,hari dimana kau tetapkan angka kelahiranku, hari dimana masih Kau beri aku Segumpal nyawa kehidupan, hari dimana telah banyak lembaran suka duka diperjalanan waktuku yang tercatat, hari dimana telah juga banyak Kau beri aku segala kenikmatan juga hari dimana aku berkeluh kesah dan harus bersyukur pada tiap pemberianMu.. 

Dan kini usia itu satu persatu berguguran,Kau ambil kembali mengurangi dari tiap pertambahannya dan mengambil nilai nilai dari tiap lembar perjalanannya, yang akan menjadi pertanggungjawabanku, bila masaku telah berakhir, bila penjemputan dan bekalku telah habis waktunya..

Tuhan, kali ini juga masih Kau beri aku lembaran uji pada sebuah kesabaran, keikhlasan, atas setiap do’a do’a,harapan dan untaian untaian mimpi yang aku jalin pada putaran waktu yang terus dan terus memburu usia,meski aku tak tau apa Kau lupa membaca setiap yang ku titipkan atau memang Kau diamkan. Sampai do’a dan sisa harapan menjadi bibit yang baik atau sepanjang guguran usia takkan terberi segala harap yang tersisa, entahlah..

Dan tadi malam,sebelum aku tertidur, ada satu permintaan utamaku dari sekian permintaan yang telah aku jabarkan dialtar suciMu, aku juga meminta bahwa esok Kau tak mengingatkanku pada hari kelahiranku,tetapi Kau tak mengizinkan itu, tetap aku mengingat dimana tanggal itu, tanggal yang memiliki sejarah dan menggores banyak kisah pada perjalanan waktuku..

Tanggal dan bulan yang dari tahun ketahun memberiku banyak pembelajaran, dari yang aku mau dan yang tak aku inginkan, dari yang aku tentang maupun terikhlaskan, dan tergores taqdir pada lembaran yang menggores berbeda. Seakan akan dari rentetan angka yang sama saat berguguran, hanya terlihat pena pena yang menggores segala kelaraan..

Tuhan,entah Kau sengaja atau memang aku belum masanya, menerima hadiah hadiah dariMu,aku hanya mendesah kelu, entah juga itu sebuah kesedihan atau juga kekecewaan hanya terjabarkan dalam diam diheningku, bersamaan ku redam segala keinginan pada kemarahan, pada segala harap yang entah sampai kapan terberikan hadiah terindah dan terbahagia dalam kehidupan ditiap arungan perjalanan hidupku..

hempasan kehidupan yang membuatku jatuh bangun menjadikan aku rapuh meskipun tertatih aku bangit dari tiap tiap lubang luka,hingga segalanya dan waktu menjadikan aku tetap berdiri diantara puing puing luka, yang menjadikan aku tetap mendekap bias bias cahaya cintaMu yang menjadikan aku harus bisa menerima dan belajar dari tiap tiap panggung kehidupan dan kisah kisah perjalanan hidup umatMu..

meski aku harus terus berulang terlempar pada liang liang airmata
terkurung pada sepi yang panjang terbelenggu rindu yang memeluk cahaya cinta, pun meski aku harus siap pada garis garis tentuanMu dan meski harus menunggu dan menunggu buah buah do’a pada kepingan harap yang tersisa di usia yang semakin berkurang..

Tuhan, Kau lihatkan..? 
Saat ini saja hari yang ku lalui masih sama dengan hari kemarin, meski aku telah berusaha dan belum teridhoi setiap yang ku langkahkan, aku tak ingin menjadi salah satu umatMu yang merugi, salah satu umatMu yang tak mensyukuri setiap apa yang telah Kau berikan pada tetapan taqdirMu,

Dan Kau tau berapa banyak telah aku tumpahkan airmata ini, berapa banyak aku merengek seperti bocah meminta berkahMu, berapa kali nyawa ini hampir terengut sampaisampai penantian menuntunku pada ambang kegilaan. Sepanjang perjalanan waktu diputaran putaran detikMu, selalu berada dimedan sunyi memerangi setiap yang bertentangan antara nurani ,akal dan fikiran..

Tuhan,aku umatMu yang kau ciptaan dengan kesempurnaanMu,tapi aku tak memiliki kesempurnaan untuk menjadi pengikut umat pilihanMu, banyak titik titik hitam yang masih melekat pada jiwa ini,meski aku berusaha menghapusnya satu persatu sepanjang aku mengingatMu, karna keinginan menjadi salah satu kekasih pilihanMu, walaupun itu tak akan mungkin..

Tuhan,aku hanya berharap ,pada kelemahan yang aku miliki ini
Tak menjadikan aku hambaMu yang kufur,tak menjadikan aku, manusia yang tak bersyukur mekipun sangat sulit untuk menjadi, manusia manusia yang ikhlas sebenar benarnya ikhlas pada tetapanMu, karna Kaulah pemilik segala kehendak, penentu..

Dan aku tau, aku tak pantas marah pada apappun meski aku ingin marah. Aku tak pantas berkesah meski aku selalu berkesah, aku tak pantas menerima rahmatMu, meski aku inginkan rahmah karunia terindahMu sambil menanti kereta penjemputan membawaku, dan aku berharap dapat menangis bahagia 
tersenyum bahagia dilelap abadiku...

Tuhan,kalaulah boleh aku meminta satu hal dan Kau tau itu apa
Sebagai hadiah yang paling indah untukku ditanggal dan bulan ini, hingga aku masih tetap memiliki harapan membangkitkan jiwa yang terkurung dalam liang liang lara, terlepas dari penjara sunyi, dan bangkit dari ketakberdayaan hingga aku menjadi hambaMu yang berguna pun memiliki rasa syukur yang lebih indah dan damai..

Semoga kau mendengar segala kesahan yang menjadi lembaran surat, yang hanya beberapa lembar aku kirimkan untukMu..

09 : 09
09/09/2012
(Perjalana Kisah)

Wednesday, August 15, 2012

ramadhan tiba


Di tengah malam,
saat aku menatap langit berhias bintang,
seakan-akan malam-malam suci itu
sedang berbaris menunggu giliran
untuk bertemu denganku.
Sambil membawa nampan-nampan,
yang akan dipersembahkan pada-Nya
setiap pagi menjelang.

Akankah nampan-nampan itu
kuisi dengan sepenuh cinta.
Sanggupkah aku merajut amal mulia,
doa, ilmu, alquran, sujud,
bahagiakan fakir miskin dan
berbuat baik pada sesama,
sebagai persembahanku pada-Nya

Ataukah aku akan tega,
membiarkan malam-malam suci berlalu
sambil mencucurkan air mata
karena menahan malu
saat harus mempersembahkan
nampan-nampan kosong pada-Nya,
yang telah memberiku segalanya

Saturday, August 11, 2012

Alunan Rindu Untuk Ayah


ayah
air mata ini mengalun lewat lagu
tersiratkan aku yg sedang rindu
terpisahkan jarak dan waktu
dengan mu aku ingin bertemu

ayah
andai kau bisa dengar dari alunan ini
betapa inginnya ku jumpa denganmu
lewati batas lewati mimipi
agar rindu yang ku rasa tak pudar oleh waktu

ayah
mungkin hari telah berganti
namun namamu takkan pernah tergantikan
ada atau tiada dirimu kini
namun namamu abadi disetiap lembaran hati

ayah
ku senandungkan   nada pilu
yang tersiratkan akan kerinduan tentang dirimu
ku lantunkan bait bait doa untukmu
meski kita tlah terpisahkan oleh watu

Sunday, August 5, 2012

Aku Lelah Bercerita


Disaat semua cerita yang tertulis.
Hanya sekedar terbaca oleh wajar dunia.
Sesekali melirik, lalu membuang muka.
Tanpa meninggalkan sebutir embun yg bersuara.

Bersama bangun pagi yg masih buta.
Ku persembahkan kata-kata sederhana.
Tetap tak bergeming makna itu oleh mereka.
Lenyap tak tersisa terhapus emosi jiwa.
Dan pikiran sempit mendahuluinya.

Namun tak sepenuh nafas itu terbawa.
Masih ada beberapa diantaranya.
Yang sadar akan kenyataan sesungguhnya.
Dan merenung melihat arah cerita.

Mengubah segalanya menjadi terbuka.
Meski sebagian mereka mulai menganggapku rendah.
Tapi satu jiwa saja cukup membuat tubuh ini tegak.
Dan tetap berpegan erat pada keyakinan.

Bahwa semua yang terlintas memang kenyataan.
Sejati bukanlah selalu ada dan banyak bicara.
Tetapi diam menerima kurang lebih apa yang disukai.
Menerima pujian dan hinaan dengan hati.
Bukan membalas mereka dengan kata-kata keji.

Dimana Aku Harus Cari Jawab..?


Bila rindu ini resah menanyakan cinta..
Dimana harus ku cari rasa..
Sedangkan jawabnya tak pernah aku punya..

Yang masih tersisa hanya tanya dalam air mata..
Masih ada cinta di sini sedangkan hati merindukannya..

Adakah hatiku didalam hatinya..?
Sedangkan hatinya tertancap begitu dalamnya di hatiku..

Kerinduan ini begitu menyiksaku..
Sampai - sampai mengalahkan akal pikiranku..

Kemana harus aku cari jawab..?
Sementara semua pintu jawaban seolah tertutup untukku..

Haruskah ku teteskan terus airmataku..
Sampai batas waktu yg tak tentu..

Dimana aku harus cari jawab..?
Dimana..?

Wednesday, February 15, 2012

Musim Dingin Yang Gugur

waktu yang bening tersapu oleh angin
membawa ke musim yang baru
hujan yang jatuh dari telapak tanganku
berkilauan dengan cepat

kota mulai berganti warna
saat aku mulai menyadarinya, 
semua sudah terlambat
aku menutup mata, 
dinginnya musim dingin pun terasa hangat bagiku

di tanah yang diselimuti hujan yang berlinang, 
hembusan nafas kita menari diudara dengan jari-jari yang saling terjalin,
perasaan yang berharga itu aku mengingatnya

dunia mulai berputar, mencuri hatiku
bergetar di matamu yang tulus
karena hujan yang turun dengan lembut membungkus senyummu
aku mengharapkan keabadian

menatap patung kaca yang selalu ia pandangi dipinggir jendela, 
memandang embun yang transparan dan berkilauan itu,
membuatku teringat kenangan yang menyakitkan

saat aku berputar di tengah-tengah spiral hatiku
kesalahanku menutup mataku dan tertawa mencemoohku

waktu yang bening tersapu oleh angin
membawa ke musim yang baru, bahkan saat ini,
saat aku memandang kenangan yang memuncak dihatiku
desahan nafasku melayang tak terlihat

dikelilingi oleh langit yang menjulang tinggi
aku tidak bisa menghentikan bahu yg gemetar ini,
tersembunyi dibalik awan yang membeku
kobaran matahari membakarku dengan acuh

di tempat yg sunyi ini,
aku memandangmu yang tanpa dosa
kata-kataku sudah terlambat dan sekarang tidak mampu menggapaimu

aku terpesona, 

dunia mulai berputar, mencuri hatiku
bergetar di matamu yang tulus
karena hujan yang turun dengan lembut membungkus senyummu
bagian dari dirimu, merasuk ke dalam diriku inchi demi inchi 

Kau, yang tercuri oleh yang waktu yang bening ini
di tengah sinar matahari yang tentram ini
aku mencari hal yang masih tersisa
menanti sampai datangnya musim semi,
dikelilingi oleh langit yang menjulang tinggi,
kobaran matahari membakarku dengan acuh.

Tuesday, February 14, 2012

Membeku Karna Waktu



dipenuhi dengan warna suara tawa yang ringan..
perasaan yang aku gambarkan ini telah membeku oleh waktu..
sang angin dan waktu yang merangkul perasaan cintaku mengarah padamu,

apakah semua ini yang tengah memandangmu, hanya sebuah ilusi ?
semua yang telah jatuh, menghilang dengan cepat, apa yang tidak berubah ?
hanya terkubur oleh kata-kata penantian, mataku tertutup olehmu..

kenapa hati ini berdetak begitu keras hingga menyakitkan ?
kenapa kau yang begitu mempercayaiku harus pergi menjauh dariku ?

aku pun berlalu, tak pernah memikirkan bahwa sebuah akhir akan datang,,
semuanya terbakar di langit yang tinggi..
hingga aku merasakan sakit dari lukaku,
aku akan selalu disakiti, tanpa mengerti apapun,
aku ingin melihat senyummu.
hingga cinta rumit yang ku genggam ini, berubah menjadi abu.

kenapa hatiku yang sangat mencintaimu ini harus hancur ?
Saat ini, hanya musim yang menyilaukan yang akan selalu berayun...