Saturday, October 13, 2012
Dua Dalam Senja
Saat hari tlah sampai diufuk barat
Mulai terlukis hiasaan warna jingga
Dilautan langit yg mulai pudar cahayanya
Mata dan hati terangkai menjadi sebuah panorama alam
Yang keindahannya begitu mega
Lisan tak mampu lagi mengeluarkan kata
Raga berdecak kagum oleh keindahan cakrawala
Deguban jantung ikut menari dalam keindahannya
perlahan aku tenggelam dalam serbuk pasir yg memudar
Dan sejenak mulai mengatur irama disetiap hembusan nafas
Aku merasakan damai...
Seperti mentari dipagi hari
Saat itulah aku inginkan sebuah masa
Saat itulah aku inginkan sebuah waktu
Aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai
Aku hanya bisa tertawa saat sadar akan kesendirian ini
Tertegun aku melihat sepasang kupu-kupu diatas senja
Melewatiku, membuat iri hati kepada mereka
Aku lelah pada sang waktu...
Lelah pada kehidupanku
Lelah ku mencari cinta yg tlah pergi
Namun semua tak mengandung sebagian arti perjalanan hidup ini
Perjuangan yang tiada pasti
Membuatku tenggelam dalam sebuah fana
Yang tak akan pernah menjadi nyata
Kadang ku tak mengerti apa sebenarnya hidup ini
Penuh rahasia dibalik sebuah misteri
Yang selamanya tak akan ku tahui
Sebelum senja usai...
Biarkan angin berlalu
Disela pepohonan yang berbaris syahdu
Membawakan kenangan masalalu
Menuju samudra raya
Sebelum senja usai...
Biarkan ku gapai semua
Sejenak raga ini mulai singgah,,,
Dari serbuk-serbuk pasir
Seolah jiwa tlah tertafsir
Oleh lautan yang terisikan air
Terhenti aku dalam berfikir
Pepohonan senja tlah kilaukan dedaunan
Bagai kristal tertiupkan oleh angin
Kesunyian terbakar disepucuk ilalang
Menyilaukan cahanyanya ke dalam kalbu
aji bon kurosaki
23/02/2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment